Kamis, 24 Maret 2011

Konvergensi Media

Era Konvergensi Media 

 Konvergensi berasal dari bahasa Inggris yaitu convergence. Kata konvergensi merujuk pada dua hal/benda atau lebih bertemu dan bersatu dalam suatu titik (Arismunandar, 2006: 1) . Konvergensi akan mudah dibayangkan jika menggunakannya dalam ilmu fisika khususnya tentang cahaya. Cahaya matahari datang dari berbagai sudut yang kemudian dikumpulkan atau dibiaskan oleh loop (kaca pembesar) pada satu titik. Penggabungan berkas-berkas cahaya tersebut adalah peritiwa konvergensi.
Istilah konvergensi ini bisa dipadukan dengan kata-kata lainnya, misalnya dalam konteks ini adalah media. Sehingga, konvergensi media berarti penggabungan atau pengintegrasian media-media yang ada untuk digunakan dan diarahkan ke dalam satu titik tujuan. Istilah konvergensi secara umum juga merujuk pada kaitannya dengan perkembangan teknologi komunikasi dan informasi (TIK)(www.satrioarismunandar6.blogspot.com).
Istilah konvergensi mulai banyak digunakan sejak tahun 1990-an. Kata ini umum dipakai dalam perkembangan teknologi digital, integrasi teks, angka, gambar, video, dan suara (Briggs dan Burke, 2000: 326).


Teknologi informasi mutakhir telah berhasil menggabungkan sifat-sifat teknologi telekomunikasi konvensional yang bersifat massif dengan teknologi komputer yang bersifat interaktif. Fenomena ini lazim disebut sebagaikonv ergensi, yakni bergabungnya media telekomunikasi tradisional dengan internet sekaligus. Konvergensi menyebabkan perubahan radikal dalam penanganan, penyediaan, distribusi dan pemrosesan seluruh bentuk informasi baik visual, audio, data dan sebagainya (Preston, 2001). Kunci dari konvergensi adalah digitalisasi, kerena seluruh bentuk informasi maupun data diubah dari format analog ke format digital sehingga dikirim ke dalam satuan bit (binary digit). Karena informasi yang dikirim merupakan format digital, konvergensi mengarah pada penciptaan produk-produk yang aplikatif yang mampu melakukan fungsi audiovisual sekaligus komputasi. Maka jangan heran jika sekarang ini komputer dapat difungsikan sebagai pesawat televisi, atau telepon genggam dapat menerima suara, tulisan, data maupun gambar tiga dimensi (3G).

Dalam catatan McMillan(2004), teknologi komunikasi baru memungkinkan sebuah media memfasilitasi komunikasi interpersonal yang termediasi. Dahulu ketika internet muncul di penghujung abad ke-21, pengguna internet dan masyarakat luas masih mengidentikkannya sebagai ”alat” semata. Berbeda halnya sekarang, internet menjadi ”media” tersendiri yang bahkan mempunyai kemampuan interaktif. Sifat interactivity dari penggunaan media konvergen telah melampaui kemampuan potensi umpan balik (feedback), karena seorang khalayak pengakses media konvergen secara langsung memberikan umpan balik atas pesan-pesan yang disampaikan. Karakteristik komunikasi massa tradisional di mana umpan baliknya tertunda menjadi lenyap karena kemampuan interaktif media konvergen. Oleh karenanya, diperlukan pendekatan baru di dalam melihat fenomena komunikasi massa. Disebabkan karena sifat interactivity media komunikasi baru, maka pokok-pokok pendekatan linear (SMCRE = source > message >
channell > re c e i v e r > effect/feedback) komunikasi massa terasa kurang relevan lagi untuk media konvergen.


Contoh Konvergensi Internet

Internet dan komputer berperan besar dalam hal ini, namun ada hal yang harus diingat bahwa walaupun selalu terjadi perubahan media dari waktu ke waktu, tapi media yang lama tidak akan ditinggalkan begitu saja. Akan tetapi hidup bersama dan saling berinteraksi dengan media-media pendatang baru.
Manuskrip tetap penting walaupun teknologi radio ditemukan. Radio juga tetap memegang peranannya walaupun TV ditemukan. Begitu pula dengan internet dan komputer, media-media yang lahir sebelumnya tetap penting dan memegang peranannya masing-masing. Untuk itu, media harus dipandang sebagai suatu sistem yang selalu berubah-ubah terus di mana berbagai unsur memainkan peran yang lebih besar atau lebih kecil (Briggs dan Burke, 2000: 6).
Munculnya fenomena konvergensi media ini menyebabkan banyak bentuk media tradisional harus memutar otak agar bisa bertahan dalam perubahan-perubahan yang sangat cepat ini, khususnya bagi penerbit buku, majalah, dan koran. Kompas misalnya sebagai koran harian terbesar di Indonesia, mulai menata dengan apik koran digitalnya dengan meluncurkan Kompas.com. Detik.com melakukan lebih dahulu hal ini dengan mengubah format penerbitannya menjadi sistem online.
  
Manfaat Konvergensi Internet Dalam Kehidupan Manusia

Dalam bidang pendidikan

Internet dapat dikatakan sebagai perpustakaan maya (virtual library) yang mengandung jutaaninformasi tentang berbagai hal, salah satunya termasuk data dan informasi tentang pendidikan.Internet dapat dijadikan sebagai salah satu sumber belajar alternatif bagi kalangan akademissetelah perpustakaan konvensional. Selain itu terdapat beberapa manfaat antara lain :
  1. Mempercepat dan mempermudah alih ilmu pengetahuan dan teknologi.
  2. Proses pembelajaran lebih menarik. Melalui internet pembelajaran tidak monoton dan jenuhkarena dalam internet ada hal-hal baru yang variatif dan inovatif.
  3. Mendorong siswa untuk lebih aktif mencari ilmu pengetahuan dan informasi.
  4. Mempermudah penjelasan konsep. Selama ini materi atau bahan pelajaran disampaikan mela-lui metode ceramah, dengan adanya internet guru bisa menyampaikan materi secara audio visual. Pelajaran lebih nyata dan jelas, sehingga mempermudah pemahaman siswa.
  5. Pembelajaran lebih konseptual dan up to date (aktual).
  6. Mempermudah dan mempercepat administrasi pendidikan. Pelaksanaan proses pendidikan ha-rus diusahakan lebih praktis dan cepat. Misalnya dalam membuat persiapan mengajar, pengolahan nilai dan mengumumkan hasil ujian bisa menggunakan fasilitas internet.
  7. Mempercepat komunikasi edukatif antara guru dan siswa.Akhirnya internet diharapkan dapat membantu mempercepat perkembangan pendidikan supayalebih maju dan berkualit

Dalam dunia usaha dan bisnis

Manfaat internet sangat tergantung pada produk dan jasa yang akan ditawarkan. Produk yangsatu memanfaatkan internet berbeda dengan produk yang lainnya. Tipe atau jenis usaha pun akanturut mempengaruhi cara orang memanfaatkan internet sebagai sarana bisnisnya apakah diaseorang pemasok, distributor atau seorang pengecer. Berikut ini adalah contoh manfaat internetdalam dunia bisnis :
  1. Menciptakan basis bagi klien atau pelangganUntuk mendapatkan klien atau pelanggan baru dan menciptakan basis klien tidak selalu dapatdiperoleh dengan mudah. Perjuangan untuk memperoleh pelanggan harus melalui berbagai usahatermasuk menganalisa pasar secara hati-hati, pemasaran produk dan mempunyai uji coba basispelanggan. Internet merupakan salah satu alternatif wadah yang tepat untuk dijadikan sebagaitempat untuk basis pertemuan jutaan orang di seluruh dunia. Dengan demikian untuk mendapatkan pelanggan baru lebih mudah dengan adanya kelompok yang besar di Internettersebut.
  2. Sebagai analisa produk dan pasar Internet dapat dijadikan tempat yang baik utuk melakukan riset pemasaran karena produsen atauperusahaan dapat langsung berhadapan dengan pelanggannya. Analisa pasar akan membantuperusahaan untuk mendapatkan ide dalam pengembangan produk baru yang sesuai dengankeinginan dan kebutuhan pelanggan. Setelah produk itu diluncurkan maka perusahaan pun dapatmemperoleh umpan balik sebesar tingkat kepuasan konsumen terhadap produk baru tersebut.Selain itu perusahaan juga dapat mempelajari produk pesaing dengan menelusurinya di internet.Pemakai internet dapat memanfaatkan informasi yang ada untuk melakukan analisa produk danpersaingannya. Hal ini sangat mempengaruhi munculnya lowongan untuk mencari ide-ide baru.
  3. Sebagai nasehat dan bantuan pakar di bidangnyaTidak sedikit pakar yang ada di Internet yang mempublikasikan karya-karya mereka untuk diketahui secara umum dan mudah diakses. Sangat sering pula kita memperoleh nasehat dan bantuan secara gratis dari para pakar tersebut tentang masalah yang kita hadapi. Jika kitamembandingkannya dengan mendapatkan nasihat dari konsultan, maka kita harus membayar dengan harga yang sangat mahal
  4. Rekruitment tenaga kerja dan penyedia lowongan kerjaSekarang ini rekruitmen tenaga kerja melalui internet semakin digemari oleh perusahaan-perusahaan. Di internet terdapat banyak sekali daftar  lowongan kerja dan bahkan juga pelamar pun sering pula mempromosikan dirinya melalui internet. Sehingga dengan begitu antara yangmembutuhkan tenaga kerja dan pencari pekerjaan dapat saling bertemu di internet.   Riwayathidup tidak hanya dapat ditampilkan menggunakan web tetapi fasilitasnya juga ada di internetseperti newsgroup atau usenet.
  5. Sebagai akses informasi dan penyebaran informasiMempublikasikan berita melalui internet dapat tersebar luas melebihi media lainnya. Dalam halakses informasi, melalui internet pun jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan menggunakanfax atau pos. Kita semua dapat  mengakses informasi dan menyebarkan informasi dari dan kepenjuru dunia dan juga dapat membuat hubungan secara interaktif dan langsung melaluikomputer. Kontak secara interaktif tersebut akan menarik dengan adanya penggunaan chat danvideo conferencing. Akses dan penyebaran informasi melalui Internet dapat terjadi secara murahdan dapat langsung diakses melalui jarak yang jauh.
  6. Komunikasi yang cepat dan pengiriman dokumen dengan biaya murahBerbagai fasilitas yang ada di internet telah banyak membuktikan mampu  mempercepatkomunikasi dengan orang yang dituju. E-mail adalah salah satu contoh yang telah banyak dimanfaatkan oleh banyak orang untuk mengirim dan menerima dokumen. Chat atau videoconferencing juga mempercepat komunikasi yang dilakukan di internet. Internet dapat jugadigunakan untuk mentransfer dokumen secara online dalam waktu yang singkat. Seringkaliditemukan keterlambatan atau gagal sampai ke tujuan dalam pengantaran dokumen melalui jasapengantar seperti pos atau perusahaan jasa lainnya.
  7. Sebagai peluang bisnis baruBanyak yang secara terus menerus memanfaatkan internet untuk mencari ide-ide inovatif danbaru. Pemakai internet sering memperoleh ide baru tidak hanya disebabkan oleh kebiasaanpenelitiannya di internet tetapi juga adanya suasana kooperatif di antara pemakai internet.Internet sering pula dijadikan forum komunikasi di antara para peminat di bidangnya masing-masing. Dari berbagai fasilitas yang ada, WWW merupakan aplikasi yang paling banyak dipakai oleh para pengguna individual ataupun perusahaan.

Dampak konvergensi Internet Bagi Kehidupan Manusia

Internet telah banyak membantu manusia dalam segala aspek kehidupan, sehingga internetmempunyai andil penuh dalam kehidupan sosial. Dengan adanya internet apapun dapat kitalakukan baik yang bersifat positif maupun negative.


Dampak Positif Konfergensi penggunaan internet

Internet sebagai media komunikasi, merupakan fungsi internet yang paling banyak digunakandimana setiap pengguna internet dapat berkomunikasi dengan pengguna lainnya diseluruh dunia.Media pertukaran data, dengan menggunakan email, newsgroup, ftp dan www (jaringan situs-situs web) para pengguna internet diseluruh dunia dapat saling bertukar informasi dengan cepatdan murah.Media untuk mencari informasi atau data, perkembangan internet yang pesat menjadikan wwwsebagai salah satu sumber informasi yang penting dan akurat.Kemudahan memperoleh informasi di internet sehingga mengakibatkan manusia tahu apasajayang terjadi.Bisa digunakan untuk lahan informasi untuk bidang pendidikan, kebudayaan dan lain-lain.Kemudahan bertransaksi dan berbisnis dalam bidang perdagangan sehingga tidak perlu pergimenuju tempat penawaran atau penjualan.

Dampak Negative Konvergensi penggunaan internet
CybercrimeAdalah kejahatan yang dilakukan seseorang dengan sarana internet di dunia maya yang bersifatmelintasi batas negara, perbuatan dilakukan secara illegal, kerugian yang sangat besar dan sulitdibuktikan secara hokum. Adapun bentuk-bentuk cybercrime sebagai berikut :
1. Hacking, usaha memasuki sebuah jaringan dengan maksud mengeksplorasi ataupun mencarikelemahan sistem jaringan.
2. Cracking, usaha memasuki secara illegal sebuah jaringan dengan maksud mencuri, mengubahatau menghancurkan file yang disimpan pada jaringan tersebut.

REFERENSI

http://www.scribd.com/doc/45886743/isbd
http://kombinasi.net/konvergensi-media/

Online vs. Face-to-Face Deliberation: Effects on Civic Engagement

komunikasi yang lebih efektif memang secara face to face karena kita bisa bermusyawarah untuk menyatukan pendapat kita dan face to face juga lebih ke arah demokratis dalam suatu kelompok. sedangkan menurut saya, komunikasi yang lebih melalui via online itu biasanya kurang efisien apa lagi jika dilakukan dalam suatu kelompok karena belum tentu semua anggota kelompok itu bisa sama-sama online bebarengan/serentak. biasanya komunikasi secara online itu lebih kearah ketidak jujuran dalam menyampaikan pendapatnya karena seseorang akan bisa berbohong untuk memudahkan komunikasinya (online) memalui via online itu lah kita juga tidak bisa mengetahui mana yang berbicara jujur atau dalam berbicara terpaksa. dan tentunya masih banyak lagi hal yang menghambat adanya komunikasi via online, seperti: koneksi internet yang suka lola (loding lama) atau koneksi terputus tiba-tiba.

tetapi komunikasi secara musyawarah menghasilkan hasil yang bermanfaat pada prinsipnya, tapi juga dapat menghasilkan proses anti-demokratis dan hasil.
meskipun musyawarah kadang-kadang menciptakan konflik, frustrasi, dan polarisasi pendapat di antara peserta diskusi, itu masih dapat memiliki beberapa efek positif. bahkan dalam situasi polarisasi pendapat atau dominasi mayoritas, ada beberapa bukti bahwa para peserta masih belajar perspektif baru dari orang lain dan berempati dengan pemandangan orang lain.

saya juga mensurvei 10 dari 8 orng yang lebih memilih untuk berkomunikasi secara face to face dan alasan mereka pun hampir semuanya sama "karena dengan berkomunikasi secara face to face, kita bisa mengetahui ekspresi lawan bicara kita, apakah dengan ekspresi senang atau tidak suka dengan apa yang kita bicarakan kepada lawan bicara kita. dengan komunikasi secara face to face juga dapat memperkecil kesalah paham dari apa yang sedang kita bicarakan dan jika ada kesalah pahaman, kita bisa langsung dan mudah untuk menjelaskan secara jelas agar komunikasi kembali lancar tanpa ada miscommunication antar personal".
dan 2 orang dari 10 yang lebih memilih alasan berkomunikasi secara online disebabkan karena mereka kurang pede untuk berpendapat dan kurang berani untuk mengutarakan apa yang ingin mereka sampaikan hal ini juga meliputi dari takutnya diri sendiri yang kurang pede, takut berbicara yang salah, takut terlalu bermutar-mutar dalam berbicara , takut ada kesalahan dalam berbicara dan tidak sanggup menerima rasa malu dari kesalahannya. hal itu yang biasanya ditakutkan dalam berkomunikasi secara face ti face dan mereka lebih memilih berkomunikasi secara via online. 
itu alasan dari 10 orang yang saya tanya menegenai Online vs. Face-to-Face dari segi dirisendiri dan saya juga menanyakan, apakah waktu juga mempengaruhi berkomunikasi? dan kebanyakan dari mereka hanya menjawab 2 alasan yang berbeda, yaitu; mereka yang memilih face to face tetap dengan alasan mereka, waktu yang kurang sesui tidak bisa jadi alasan karena pasti ada waktu yang menentukan untuk bertemu dan mereka yang memilih via online alasan waktu juga mempengaruhi mereka untuk berkomunikasi tidak secara face to face karena menurut mereka, komunikasi bisa tetap berlangsung tanpa bertemu secara langsung hal ini dkarenakan adanya waktu yang tidak sesuai antar personal dan mereka juga menegaskan sekarang jaman semakin moderen, kita bisa berkomunikasi kapan pun dimana pun tanpa harus face to face karena setiap orang pasti juga sudah memiliki ponsel dan dengan ponsel itulah bisa membantu komunikasi seseorang tanpa harus ditentukan oleh waktu yang menjadi hambatan.

komunikasi secara online juga tentunya dimanfaatkan oleh orang-orang yang sibuk sehingga tidak bisa berkomunikasi secara face to face, walaupun hasil komunikasi yang tidak begitu memuaskan secara online tapi masih bisa untuk membantu komunikasi yang berlangsung :)

dan saya pribadi dari penulis artikel Online vs. Face-to-Face, lebih memilih berkomunikasi secara tatap muka karena sa suka memperhatikan mimik wajah orang-orang yang sedang berbicara terhadap saya, dan alasan waktu yang tidak pas dalam berkomunikasi biasanya bisa diatur dengan menyocokan waktu yang pas untuk berkomunikasi.

sekian artikel Online vs. Face-to-Face  yang bisa saya tulis di artikel ini, bila teman-teman ada yang ingin memberikan tanggapan yang berbeda, boleh memberikan komentarnya di artikel ini :)
karena saya juga masih tahap pembelajaran dalam menulis dan menuangkan pendapat.
terimakasih.