Telecommuting berawal mula pada berkembangnya teknologi era 1970-an awal yang dapat menyambungkan kantor-kantor satelit ke perkotaan dan perumahan dengan dumb terminals dari saluran telepon sebagai jembatan jaringan (network bridge).
Ihwal telework jarak jauh, proses ini difasilitasi oleh groupware, jaringan virtual privat, panggilan konferensi, video conferencing dan VoiceoverIP (Volp).
Akan sangat efisien dan bermanfaat bagi perusahaan manakala karyawannya diperbolehkan bekerja dengan jarak jauh. Hal ini membuat perusahaan bisa menekan pengeluaran dan mendapat pemasukan. Sebagaimana koneksiinternet saat ini sudah menjadi sangat jamak di masyarakat, semakin banyak karyawan memiliki bandwidth yang memadai di rumah untuk digunakan sebagai sarana penghubung mereka dengan fasilitas intranet kantor dan jaringan telepon internal.
LAN yang diadopsi mempromosikan keterbagian sumber daya, dan komputasi server-klien membuat lebih banyak lagi desentralisasi. Kini,telecommuters bisa menggunakan laptop bersama mereka untuk bekerja, baik di kantor maupun di rumah (dan hampir mungkin, di segala tempat). Meroketnya komputasi awan (cloud computing) dan ketersediaan teknologi Wi-Fi kian mempermudah akses ke server yang jauh melalui kombinasi dari hardware dan software yang bisa digunakan di mana saja.
Wireless adalah teknologi yang menghubungkan dua untuk piranti bertukar data atau suara tanpa menggunakan media kabel. Data dipertukarkan melalui media gelombang cahaya tertentu (seperti teknologiinfra merah pada remote TV) atau gelombang radio (seperti bluethoot pada komputer dan ponsel) dengan frekuensi tertentu.
Kelebihan teknologi ini adalah penggunaan kabel, yang bisa cukup mengganggu secara estetika, dan juga kerumitan instalisasi untuk menghubungkan lebih dari 2 piranti bersamaan. Misalnya: untuk menghubungkan sebuah 1 komputer server dengan 100 komputer client, dibutuhkan minimal 100 buah kabel, dengan panjang bervariasi sesuai jarak komputer klien dari server. Jika kabel-kabel ini tidak melalui jalur khusus yang ditutupi (seperti cable tray atauconduit), hal ini dapat mengganggu pemandangan mata atau interior suatu bangunan. Pemandangan tidak sedap ini tidak ditemui pada hubungan antar piranti berteknologi nirkabel.
Kekurangan teknologi ini adalah kemungkinan interferensi terhadap sesama hubungan nirkabel pada piranti lainnya.
Fungsi utama dari Wireless LAN
adalah untuk menjangkau wilayah LAN yang sulit dicapai dengan kabel tembaga biasa (copper wire), juga untuk menjangkau pengguna bergerak (mobile-users). Ada empat komponen utama dalam membangun jaringan WLAN ini:
Access Point, merupakan perangkat yang menjadi sentral koneksi dari klien ke ISP, atau dari kantor cabang ke kantor pusat jika jaringannya adalah milik sebuah perusahaan. Access-Point berfungsi mengkonversikan sinyal frekuensi radio (RF) menjadi sinyal digital yang akan disalurkan melalui kabel, atau disalurkan ke perangkat WLAN yang lain dengan dikonversikan ulang menjadi sinyal frekuensi radio. Wireless LAN Interface, merupakan device yang dipasang di Access-Point atau di Mobile/Desktop PC, device yang dikembangkan secara massal adalah dalam bentuk PCMCIA (Personal Computer Memory Card International Association) card. Wired LAN, merupakan jaringan kabel yang sudah ada, jika Wired LAN tidak ada maka hanya sesama WLAN saling terkoneksi. Mobile/Desktop PC, merupakan perangkat akses untuk klien, mobile PC pada umumnya sudah terpasang port PCMCIA sedangkan desktop PC harus ditambahkan PC Card PCMCIA dalam bentuk ISA (Industry Standard Architecture) atau PCI (Peripheral Component Interconnect) card.
Bagaimana data bisa bergerak di udara?
Wireless LAN mentransfer data melalui udara dengan menggunakan gelombang elektromagnetik dengan teknologi yang dipakai adalah Spread-Sprectum Technology (SST). Dengan teknologi ini memungkinkan beberapa user menggunakan pita frekuensi yang sama secara bersamaan. SST ini merupakan salah satu pengembangan teknologi Code Division Multiple Access (CDMA). Dengan urutan kode (code sequence) yang unik data ditransfer ke udara dan diterima oleh tujuan yang berhak dengan kode tersebut. Dengan teknologi Time Division Multiple Access (TDMA) juga bisa diaplikasikan (data ditransfer karena perbedaan urutan waktu/time sequence). Dalam teknologi SST ada dua pendekatan yang dipakai yaitu:
Direct Sequence Spread Spectrum (DSSS), sinyal ditranfer dalam pita frekuensi tertentu yang tetap sebesar 17MHz. Prinsip dari metoda direct sequence adalah memancarkan sinyal dalam pita yang lebar (17MHz) dengan pemakaian pelapisan (multiplex) kode/signature untuk mengurangi interferensi dan noise. Untuk perangkat wireless yang bisa bekerja sampai 11Mbps membutuhkan pita frekuensi yang lebih lebar sampai 22MHz. Pada saat sinyal dipancarkan setiap paket data diberi kode yang unik dan berurut untuk sampai di tujuan, di perangkat tujuan semua sinyal terpancar yang diterima diproses dan difilter sesuai dengan urutan kode yang masuk. Kode yang tidak sesuai akan diabaikan dan kode yang sesuai akan diproses lebih lanjut. Frequency Hopping Spread Spectrum (FHSS), sinyal ditransfer secara bergantian dengan menggunakan 1MHz atau lebih dalam rentang sebuah pita frekuensi tertentu yang tetap. Prinsip dari metoda frequency hopping adalah menggunakan pita yang sempit yang bergantian dalam memancarkan sinyal radio. Secara periodik antara 20 sampai dengan 400ms (milidetik) sinyal berpindah dari kanal frekuensi satu ke kanal frekuensi lainnya.
Dasar-dasar dari Frekuensi Radio
Sebelum kita membahas eksplorasi WLAN, sedikit pengetahuan tentang radio frekuensi, khususnya spektrum elektromagnetik, diperlukan. Hampir semua kejadian dalam hidup terjadi dalam gelombang, khususnya sinusoidal gelombang. Kami berbicara dalam gelombang sinusoidal. Ketika Anda melempar batu di dalam air, bentuk gelombang inusoidal (Bukti 1). Untuk mengukur gelombang ini, kita mengukur waktu yang diperlukan untuk satu gelombang untuk menyelesaikan satu siklus dari awal sampai akhir. Ini ukuran waktu ini disebut siklus per detik (atau cps), atau lebih umum Hertz (1 Hz; dinamai orang yang menemukan ini bentuk gelombang sinusoidal alam gerakan.)
gelombang Sinusoidal bersikap konsisten dan memiliki karakteristik tertentu:
Sebelum kita membahas eksplorasi WLAN, sedikit pengetahuan tentang radio frekuensi, khususnya spektrum elektromagnetik, diperlukan. Hampir semua kejadian dalam hidup terjadi dalam gelombang, khususnya sinusoidal gelombang. Kami berbicara dalam gelombang sinusoidal. Ketika Anda melempar batu di dalam air, bentuk gelombang inusoidal (Bukti 1). Untuk mengukur gelombang ini, kita mengukur waktu yang diperlukan untuk satu gelombang untuk menyelesaikan satu siklus dari awal sampai akhir. Ini ukuran waktu ini disebut siklus per detik (atau cps), atau lebih umum Hertz (1 Hz; dinamai orang yang menemukan ini bentuk gelombang sinusoidal alam gerakan.)
gelombang Sinusoidal bersikap konsisten dan memiliki karakteristik tertentu:
Semakin tinggi frekuensi, gelombang lebih cenderung berperilaku seperti cahaya.
Mereka melakukan perjalanan di garis lurus dan tidak menekuk (walaupun mereka
bouncing). Semakin tinggi frekuensi, semakin banyak gelombang perjalanan dalam
line-karakteristik-sight; harus ada jalan yang jelas antara
pengiriman antena dan antena penerima.
Mereka melakukan perjalanan di garis lurus dan tidak menekuk (walaupun mereka
bouncing). Semakin tinggi frekuensi, semakin banyak gelombang perjalanan dalam
line-karakteristik-sight; harus ada jalan yang jelas antara
pengiriman antena dan antena penerima.
Teknologi Akses
Akses teknologi adalah cara yang WLAN menempatkan informasi ke radio
frekuensi. Ini adalah variabel yang sangat penting seperti halnya mempengaruhi kinerja WLAN
dan karakteristik operasionalnya. Meskipun ada banyak akses
digunakan dengan teknologi nirkabel, dua yang dominan:
(1) direct sequence spread spectrum (DSSS)
(2) sering hopping spread spectrum (FHSS).
Dengan DSSS, paket ditugaskan untuk dan dikirim melalui saluran tertentu
(Bukti 5). Saluran, mirip dengan saluran TV, beroperasi pada tertentu
frekuensi; banyak saluran dapat berada di saluran udara yang sama pada setiap titik satu di
waktu. Saluran ini memungkinkan beberapa komputer yang berbeda untuk beroperasi di
waktu yang sama tanpa mengganggu satu sama lain, mirip dengan banyak orang dalam
kamar semua berbicara bersamaan. Setiap orang dapat berbicara dengan pitch yang berbeda
(Frekuensi atau saluran) tanpa suaranya pencampuran dengan orang lain.
Keuntungan utama dari DSSS adalah kemudahan implementasi dan mudah
pendekatan. Kerugian utamanya adalah kepekaannya terhadap gangguan.
Karena saluran tertentu pada frekuensi ditetapkan, gangguan pada bahwa
frekuensi dapat menyebabkan komunikasi akan terganggu atau hilang. (Interferensi
dan standar WLAN akan kita bicarakan nanti dalam bab ini) Standar 802.11b.
DSSS dipilih sebagai teknologi akses yang disukai.
Dengan FHSS, aliran komunikasi tertentu dipecah menjadi beberapa bagian
dan setiap bagian diletakkan pada saluran yang berbeda atau frekuensi (Exhibit 6). Dalam
Selain itu, frekuensi yang bagian ini ditempatkan pada terus bergerak
(Melompat-lompat) sekitar. Bagian tersebut kemudian disusun kembali pada akhir penerima. Ini
mirip dengan berbicara setiap kata-kata Anda di pitch yang berbeda (atau frekuensi).
Hal ini mungkin tampak menjadi cara yang kompleks untuk melakukan sesuatu tetapi memberikan FHSS nya Dengan cara ini, hanya kecil bagian dari keuntungan terbesar: ketahanan terhadap interferensi. Karena komunikasi tertentu
stream ada di frekuensi yang berbeda, dibutuhkan sejumlah besar interferensi
untuk menghentikan pola komunikasi penuh. Dengan cara ini, hanya kecil bagian dari
komunikasi hilang dan bagian-bagian kecil dapat ditransmisikan lagi tanpa
kerugian total komunikasi.
REFERENSI
id.wikipedia.wireless
Jones Stephan dan Kovacs Ron. Introduction To communications Technologies. New York













